PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL DAN MINUMAN HERBAL KOMERSIAL TERHADAP PENURUNAN DERAJAT DISMENOREA PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
DOI:
10.47353/sikontan.v5i1.4793Published:
2026-05-31Downloads
Abstract
Dismenorea merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami mahasiswi dan dapat memengaruhi kualitas hidup, kesehatan mental, serta aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian jus wortel dan minuman herbal komersial terhadap penurunan derajat dismenorea serta membandingkan efektivitas kedua intervensi pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui rancangan pre and post test without control group. Populasi penelitian berjumlah 161 mahasiswi aktif angkatan 2022, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri menstruasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus wortel maupun minuman herbal komersial secara signifikan menurunkan derajat dismenorea dengan nilai p-value masing-masing 0,000. Rata-rata penurunan nyeri pada kelompok jus wortel sebesar 2,800, sedangkan pada kelompok minuman herbal komersial sebesar 2,933. Namun, tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua intervensi dengan nilai p-value 0,513. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jus wortel dan minuman herbal komersial sama-sama efektif sebagai alternatif nonfarmakologis dalam menurunkan derajat dismenorea pada mahasiswi.
Keywords:
Carrot Juice, Commercial Herbal Drink, Dysmenorrhea, Menstrual Pain, Quasi Experimental StudyReferences
Anggraini, M. A., Lasiaprillianty, I. W., & Danianto, A. (2022). Diagnosis dan tata laksana dismenore primer. Cermin Dunia Kedokteran, 49(4), 201–206. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i4.219
Cahyani, A. I., Yunariyah, B., Jannah, R., Ningsih, W. T., & Putri, R. (2025). Hubungan tingkat stres dengan nyeri haid pada remaja putri di MTs Negeri 3 Tuban. Jurnal Keperawatan, 109–119.
Cho, S. I., Jung, H. J., Park, M., & Kim, D. I. (2026). Effectiveness and safety of herbal medicine on treatment of dysmenorrhea: An analysis of a multicenter, prospective observational study. Integrative Medicine Research, 15(1), 101209. https://doi.org/10.1016/j.imr.2025.101209
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Damayanti, D. F., Aprilia, S., & Yulianti, E. (2020). Effect of carrot to decrease the primary dysmenorrhea pain on adolescent girl in dorm Poltekkes Kemenkes Pontianak. Jurnal Kebidanan, 10, 25–29.
Gay, L. R., Mills, G. E., & Airasian, P. (2012). Educational research: Competencies for analysis and applications (10th ed.). Pearson Education.
Hasrawati, H. (2022). Efektivitas senam dismenore dan endorphin massage dalam menurunkan rasa nyeri dismenore primer pada remaja putri. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(10), 357–364. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i10.83
Hawker, G. A., Mian, S., Kendzerska, T., & French, M. (2011). Measures of adult pain: Visual Analog Scale for Pain (VAS Pain), Numeric Rating Scale for Pain (NRS Pain), McGill Pain Questionnaire (MPQ), Short-Form McGill Pain Questionnaire (SF-MPQ), Chronic Pain Grade Scale (CPGS), Short Form-36 Bodily Pain Scale (SF-36 BPS), and Measure of Intermittent and Constant Osteoarthritis Pain (ICOAP). Arthritis Care & Research, 63(S11), S240–S252. https://doi.org/10.1002/acr.20543
Iooti, M. (2025). Classification and types of dysmenorrhea. Medical Publishing.
Irwan. (2017). Etika dan perilaku kesehatan. CV Absolute Media.
Isramilda, & Martinus, F. D. (2022). Pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan derajat dismenore pada remaja putri. Jurnal Zona Kebidanan, 12(2), 2087–7239.
Itani, R., Soubra, L., Karout, S., Rahme, D., Karout, L., & Khojah, H. M. J. (2022). Primary dysmenorrhea: Pathophysiology, diagnosis, and treatment updates. Korean Journal of Family Medicine, 43(2), 101–108. https://doi.org/10.4082/kjfm.21.0103
Jaafarpour, M., Hatefi, M., Khani, A., & Khajavikhan, J. (2015). Comparative effect of cinnamon and ibuprofen for treatment of primary dysmenorrhea: A randomized double-blind clinical trial. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 9(4), QC04–QC07. https://doi.org/10.7860/JCDR/2015/12084.5783
Karimah, A. N., & Anwar, S. (2023). Pengaruh pemberian madu dan kunyit terhadap penurunan nyeri menstruasi (dysmenorrhea) pada remaja RW 05 Desa Windunegara. Mahakam Nursing Journal, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.35963/mnj.v3i1.212
Kasim, R. R. (2023). Pengaruh yoga balasana terhadap penurunan dismenorea primer pada remaja di SMPN 8 Satap Bongomeme Kabupaten Gorontalo [Skripsi, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta].
Komite Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman dan standar etik penelitian dan pengembangan kesehatan nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Luthfiannisa, A. (2024). Literatur review: Korelasi terapi farmakologi dan nonfarmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi/dismenore di daerah Karawang. Jurnal Sehat Mandiri, 19(2), 107–116.
Martinus, F. D., Gunawan, D., & Utari, S. F. (2020). Pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan derajat dismenore pada remaja putri SMA Negeri 9 Pekanbaru. Zona Kedokteran, 10(1), 12–27.
Monticelli, A., Van Grootven, B., & Sc, M. (2025). Exploring established cut-off points for pain levels in the Numeric Rating Scale: Insights from a literature overview. Pain Management Nursing, 26(6), 689–695. https://doi.org/10.1016/j.pmn.2025.08.005
Ningrum, L. C., & Sudaryanto, W. T. (2026). Association of primary dysmenorrhea with stress and sleep quality among adolescent girls: A cross-sectional study. Journal of Adolescent Health Research, 14(1), 60–64.
Nurasih, D. A., Maharani, D. D., & Khanifah, L. N. (2025). Literature review: Faktor risiko yang memengaruhi kejadian nyeri menstruasi (dysmenorrhea) pada mahasiswi. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 10(1), 1–10.
Rezkiyanti, A., & Rusli. (2022). Efektivitas minuman kunyit asam sebagai terapi dismenore primer terhadap penurunan skala nyeri. Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas, 3(2), 59–64.
Sari, H., & Hayati, E. (2021). Penurunan tingkat nyeri dismenorea dengan pemberian jus wortel pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(3), 281–284. https://doi.org/10.25311/keskom.vol6.iss3.579
Situmorang, H., Sutanto, R. L., Tjoa, K., & Rivaldo, R. (2025). Association between primary dysmenorrhoea on quality of life, mental health and academic performance among medical students in Indonesia: A cross-sectional study. BMJ Open, 15(1). https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-093237
Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mix method (2nd ed.). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahyudi, Mawandri, D., Manurung, R. A., Yasmin, W. Y., & Fransisca, C. (2025). The relationship between stress levels and dietary patterns with dysmenorrhea symptoms among female students. Journal of Applied Sciences (FJAS), 9(1), 86–92.
Yulia, B., Aprian, S., & Susanti, R. (2023). Pengaruh minuman kunyit dari industri X terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja. Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 2(1), 369–374.
License
Copyright (c) 2026 Melina Putri Sudjawindra, Irwan, Yasir Mokodompis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

