ANALISIS YURIDIS BAGI PELAKU KEKERASAN SENIORITAS DALAM SEKOLAH KEDINASAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN: STUDI PUTUSAN NOMOR: 309/PID/2022/PT SMG
Published:
2026-07-24Downloads
Abstract
The dynamics of violence have almost daily become part of the news in Indonesia, especially within the field of education. Violence that frequently occurs in state or official schools (Sekolah Kedinasan) has become a serious issue requiring deep attention. Acts of violence committed by seniors toward juniors have raised serious concern, as such incidents continue to occur to this day. Collective acts of violence under the Indonesian Criminal Code (KUHP) are categorized as physical crimes that harm others and may result in fatal consequences, including loss of life. The problems discussed in this study include whether the legal provisions concerning acts of physical violence resulting in death at the State Maritime Polytechnic of Semarang (PIP Semarang) have provided legal certainty, how the criminal responsibility of the perpetrators of such violence is determined, and whether court decision No.309/Pid/2022/PT.Smg regarding the act of violence resulting in death at PIP Semarang is appropriate in relation to the punishment imposed. The objectives of this research are to analyze and determine whether the criminal law provisions regarding physical violence resulting in death at PIP Semarang provide legal certainty, to analyze the criminal liability of the perpetrators; and to assess whether decision No. 309/Pid/2022/PT.Smg is consistent with the sentence imposed. The method used in this thesis is library research with a normative juridical approach, which involves collecting and analyzing secondary data derived from primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of this study show that the legal provisions regarding acts of violence resulting in death are stipulated in Articles 170 and 351 of the Indonesian Criminal Code (KUHP). The criminal liability for the act of violence resulting in death at PIP Semarang is based on Article 170 KUHP. Furthermore, based on Court Decision No. 309/Pid/2022/PT.Smg, the defendants were charged under Article 170 paragraph (2) point 3 and Article 170 paragraph (1) of the KUHP.
Keywords:
Violence Seniority State Official SchoolReferences
Afrialdo, Masrizal, Pelaksanaan Penyelidikan dan Penyidikan Perkara Pidana oleh Kepolisian Terhadap Laporan Masyarakat di Polisi Sektor Lima Puluh, Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau, Vol. III No. 2, 2016.
Arief, Barda Nawawi, Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Semarang: Kencana Prenadamedia Group, 2008.
Asmarawati, Tina, Pidana dan Pemidanaan dalam Sistem Hukum di Indonesia (Hukum Penitensier), Yogyakarta: Deepublish, 2015.
Anwar, Adang, Yesmil, Kriminologi, Bandung: PT Refika Aditama, 2010.
BBC.com, “Taruna PIP Semarang tewas dipukuli, sekolah kedinasan dianggap 'sudah tidak relevan' - perlu ada perubahan regulasi”, https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58538291, diakses 27 Maret 2024.
Chazawi, Adami, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.
Chazawi, Adami, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Jakarta: Rajawali Pers, 2011.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2003.
Husein, Abdurrahman, Hitam Putih Poligami, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2007.
Istanto, Sugeng, Hukum Internasional, Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2014.
Istiqomah, Aziza, Winarno Budyatmojo, dan Budi Setiyanto, “Tinjauan Hukum Pidana Terhadap Tindakan Kekerasan Terhadap Orang atau Barang yang Dilakukan Secara Bersama-sama”, Jurnal Lex Crimen, Vol. 11 No. 2, 2022.
Johan, Bahder Nasution, Hukum Kesehatan: Pertanggungjawaban Dokter, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
Kelsen, Hans, Dasar-dasar Hukum Normatif: Prinsip-prinsip Teoretis untuk Mewujudkan Keadilan dalam Hukum dan Politik, terj. Nurulita Yusron, Bandung: Nusa Media, 2014.
Kelsen, Hans, General Theory of Law and State, terj. Rasisul Muttaqien, Bandung: Nusa Media, 2011.
Kelsen, Hans, Introduction to the Problem of Legal Theory, London: Clarendon Press-Oxford, 1996; terj. Siwi Purwandari, Pengantar Teori Hukum, Bandung: Nusa Media, 2010.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Kompasiana.com, “Budaya Yang Salah di Sekolah Kedinasan”, https://www.kompasiana.com/syahrialsyahrial0585/6492ca7308a8b50dd5526142/budaya-yang-salah-di-sekolah-kedinasan?page=all, diakses 27 Maret 2024.
Kurniallah, Nasri, “Pendidikan Karakter dan Dinamika Kekerasan”, Jurnal Kependidikan Islam, Vol. 7 No. 2, Juli–Desember 2012.
Martin, Roderick, Sosiologi Kekuasaan, terj. Herry Joediono, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1993.
Martono, Nanang, Kekerasan Simbolik di Sekolah: Sebuah Ide Sosiologi Pendidikan Pierre Bourdieu, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.
Menuruthukum.com, “Golongan Pelaku Tindak Pidana”, https://menuruthukum.com/golongan-pelaku-tindak-pidana, diakses 27 Maret 2024.
Mustofa, Muhammad, “Prevensi Masalah Kekerasan di Kalangan Remaja”, Makalah Seminar Sehari tentang Narkotika, Seks, dan Kekerasan di Kalangan Remaja, Jurusan Kriminologi FISIP Universitas Indonesia, Depok, Vol. 18, 1996.
Ompu, Zainab Jainnah, dkk., Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Luka Tumpul (Studi Putusan Nomor 576/Pid.B/2021/PN.Tjk), Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, Vol. 1 No. 1, 2022.
Parasdika, Aulia, Andi Najemi, dan Dheny Wahyudhi, “Penerapan Keadilan Restoratif Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan”, PAMPAS: Journal of Criminal Law, Vol. 3 No. 1, 2022.
Pidana Tanpa Kesalahan, Jakarta: Kencana, 2006.
Prasetyo, Teguh, Hukum Pidana, Edisi Revisi, Jakarta: Rajawali Pers, 2016.
Qalbi, Nur, dan Ibrahim Ibrahim, “Senioritas dan Perilaku Kekerasan di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar)”, Societies: Journal of Social Sciences and Humanities, Vol. 1 No. 1, 2021.
Rahardjo, Satjipto, Permasalahan Hukum di Indonesia, Bandung: Alumni, 2005.
Rembangsupu, Arif, Kadar Budiman, dan Muhammad Yunus Rangkuti, “Studi Yuridis Tentang Jenis dan Jalur Pendidikan di Indonesia”, Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, Vol. 5 No. 4, 2022.
Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Amandemen Keempat).
Romli Atmasasmita, Asas-Asas Perbandingan Hukum Pidana, Cetakan Pertama, Jakarta: Yayasan LBH, 1989.
Santosa, Thomas, Teori-Teori Kekerasan, Surabaya: Ghalia Indonesia, 2002.
Santoso, M. Agus, Hukum, Moral & Keadilan: Sebuah Kajian Filsafat Hukum, Cetakan Kedua, Jakarta: Kencana, 2014.
Siregar, Sawaluddin, “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana yang Mengakibatkan Kematian”, Jurnal Hukum Ekonomi, Vol. 8 No. 2, 2022.
Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan Ketiga, Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press), 2014.
Sudarto, Hukum dan Hukum Pidana, Bandung: Alumni, 1981.
Sudarto, Hukum Pidana dan Perkembangan Masyarakat, Bandung: Sinar Baru, 1983.
Syafiie, Inu Kencana, Maju Tak Gentar: Membongkar Tragedi IPDN, Depok: Gema Insani, 2007.
Tompodung, Hiro RR., “Kajian Yuridis Tindak Pidana Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian”, Jurnal Lex Crimen, Vol. 10 No. 4, April 2021.
Wardani, Yudha Arifan Putra, dan Suryo Ediyono, “Akar Budaya Kekerasan Senioritas pada Ranah Pendidikan di Tanah Air”, Journal of Cultural Theory, Vol. * No. *, 2022.
Zuleha, Dasar-Dasar Hukum Pidana, Yogyakarta: Deepublish, 2017.
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fadhilah Wibowo, Mohammad Ekaputra, Yati Sharfina Desiandri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





