Vol. 2 No. 1 (2023)
Open Access
Peer Reviewed

BUDAYA TARIAN LEDO HAWU DI SABU RAIJUA, NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

Yulyanti Djo Day

DOI:

10.54443/siwayang.v2i1.449

Published:

2022-12-14

Downloads

Abstract

Manusia sebagai makhluk budaya mencakup pengertian bahwa manusia menciptakan budaya dan bahwa budaya memberikan pedoman dalam kehidupan dan perilaku manusia. Budaya adalah bagaimana orang bereaksi terhadap dunia dan lingkungan sosialnya. Budisantoso (1990) mengemukakan bahwa Kebudayaan dapat digunakan oleh suatu masyarakat yang kokoh untuk memajukan ketertiban sosial, memelihara eksistensi kehidupan kelompok, serta memiliki aturan dan norma sesuai dengan karakteristik masyarakat masing-masing. Selanjutnya nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang berupa budaya dengan lambang-lambang buatan manusia kemudian ditransformasikan menjadi seni berupa gerak-gerak yang melambangkan sesuatu seperti pandangan hidup.

Keywords:

budaya tarian Ledo Hawu

References

Budisantoso, Kebudayaan Masyarakat.1990

Kaho R, Robert. Perkembangan Tarian Ledo Hawu.1992,4

Hawkins. Pengertian Seni Tari.1990, 2

Sugiyono.Metode Penelitian pendidikan. Bandung,2015, 6

Kaho riwu, Robert.Orang Sabu Dan Budaya Panitia Sidang Majelis Sinode, 2000

R. Kaho, dkk.Gerak Tarian Ledo Hawu.1992

Author Biography

Yulyanti Djo Day, Universitas Negeri Makassar

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Djo Day, Y. . (2022). BUDAYA TARIAN LEDO HAWU DI SABU RAIJUA, NUSA TENGGARA TIMUR. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.54443/siwayang.v2i1.449

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.