Vol. 4 No. 5 (2026): January
Open Access
Peer Reviewed

Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila

Authors

Masnawaty Sangkala

DOI:

10.54443/sinomika.v4i5.270

Published:

2026-05-25

Downloads

Abstract

Indonesia, as an agrarian country, relies heavily on the agricultural sector for food security and national economic stability. However, in reality, small-scale farmers often find themselves in weak bargaining positions within agribusiness value chains. The selling price of agricultural products is determined by middlemen and market forces, excluding farmers from fair price-setting processes. This condition reveals economic inequality that contradicts the social justice values enshrined in Pancasila. This study employs a qualitative descriptive method, combining interviews and literature reviews to analyze the factors contributing to farmers’ inability to determine their own selling prices. Findings indicate that limited access to price information, capital, and production resources further weakens farmers’ bargaining positions. As a solution, Pancasila-based approaches, such as strengthening farmer cooperatives, implementing minimum price policies, and improving price information transparency, need to be adopted to create a fairer and more sustainable agribusiness system

Keywords:

Farmers Economic Inequality Social Justice Pancasila Agribusiness

References

Aflah, B. M., Suhartini, E., & Arifiyanti, J. (2023). Paradoks hubungan petani padi dan tengkulak di Desa Sepanjang Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Huma: Jurnal Sosiologi, 2(4), 310–320.

Agustia, D., & Maifianti, K. S. (2018). Peran koperasi dalam upaya penguatan kelembagaan petani di Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat. Prosiding University Research Colloquium, 392–399.

Andika, R., Marzuki, M., Lubis, R. H., Muliyana, C. V., & Safrida. (2020). Perampasan hak dan kesejahteraan petani oleh tengkulak di Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Public Policy, 6(2), 118–122.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama. https://www.bps.go.id/

Juri. (2025). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2025, Universitas Brawijaya

Kompasiana. (2023). Ketimpangan harga pertanian dan keadilan sosial. https://www.kompasiana.com/

Marsudi, M., & Purbasari, N. (2022). Pancasila dalam praktik ketahanan pangan nasional. Jakarta: Pustaka Bangsa.

Mujiarti. (2025). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2025, Universitas Brawijaya

Ngateno. (2025). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2025, Universitas Brawijaya

Spora Institute. (2023). Potret keterbatasan akses petani di Indonesia. https://spora.or.id/

Sri. (2025). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2025, Universitas Brawijaya

Suji. (2025). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2025, Universitas Brawijaya

Ubis, M. (2020). Keadilan sosial dan posisi petani dalam sistem ekonomi Indonesia. Bandung: Forum Muda Nusantara.

Widiastuti, W. (2017). Analisis rantai distribusi komoditas padi di Kabupaten Grobogan. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 15(1), 89–102.

Yuanitasari, D., & Suparto, F. (2021). Keadilan sosial dalam perspektif Pancasila: Implementasi pada sektor agribisnis. Jurnal Filsafat dan Hukum, 12(3), 204–215.

Author Biography

Masnawaty Sangkala, Akuntansi, Universitas Negeri Makassar / Indonesia

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Sangkala, M. (2026). Ketidakberdayaan Petani Menentukan Harga: Sebuah Refleksi terhadap Nilai Keadilan Sosial dalam Pancasila. SINOMIKA JOURNAL: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi Dan Akuntansi, 4(5), 259–266. https://doi.org/10.54443/sinomika.v4i5.270