IMPLIKASI HUKUM TERHADAP PENGHAPUSAN SISTEM ALIH DAYA PADA PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN
DOI:
10.54443/sibatik.v5i1.4203Published:
2025-12-31Downloads
Abstract
This research examines the legal implications of eliminating the outsourcing system in Indonesian labor law amid ongoing debates post-Job Creation Law. The objective is to analyze impacts on worker protection, business legal certainty, and state regulatory roles. Employing normative juridical methods with statute and conceptual approaches, supplemented by empirical data, the population comprises outsourcing workers, practitioners, and employers in Tangerang Regency, using purposive sampling of experienced respondents. Instruments include semi-structured interviews and structured questionnaires, analyzed via qualitative descriptive techniques with data triangulation. Findings reveal outsourcing enhances business efficiency but causes job insecurity, wage disparities, and tripartite supervision challenges. Conclusions recommend comprehensive transitional regulations over 2-3 years, BPJS strengthening, and bipartite supervision reforms to balance interests without mass layoffs or economic instability.
Keywords:
Employment Law Labor Protection Legal Implications Outsourcing Abolition Worker RightsReferences
Anora, A., & Marbawi, M. (2019). Analisis pengaruh karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja serta dampaknya pada komitmen organisasi: Studi pada karyawan outsourcing Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe. Jurnal, 4(1), 107–118.
Andani, B. W. D. (2022). Perlindungan hukum tenaga kerja dengan sistem outsourcing di Indonesia. Iustum, 29(3), 652–673. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss3.art
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Ellida, N. P., Ispriyarso, B., & C., I. (2020). Optimalisasi pengawasan sistem outsourcing sebagai upaya menunjang perlindungan tenaga kerja di Indonesia. Jurnal, 1(3), 298–311.
Emzir. (2019). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data kualitatif. UNJ Press.
Erna. (2014). Suatu tinjauan mengenai penerapan strategi outsourcing dan strategi core competency: Studi kasus pada Starbucks. Maranatha Journal, 6(1), 121.
Fredrika Sherill, R. P. A., N. O. R., A. R. H., A. H. P., Y. D. C. L. G., R. E. K. N., R. A. S., K. M. A., & A. H. P. S. (2025). Implikasi penghapusan sistem outsourcing di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 28434–28445.
Hafi, M., Ramadhan, R., & Hafidah, N. (2024). Perselisihan hubungan industrial di Indonesia. Jurnal, 8(7), 734–759.
Harahap, A. M., & Nasution, M. (2025). Legal review of outsourcing in Indonesia as a form of hidden exploitation in employment relations. Jurnal, 2(2), 272–283.
Hidayati, T., Faqrurrowzi, L., & Tanjung, Y. T. (2022). Analisa yuridis pengawasan manajerial pekerja outsourcing setelah berlaku Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Ilmiah Advokasi, 10(2), 132–156. https://doi.org/10.36987/jiad.v10i2.3078
Husin, Z. (2021). Outsourcing sebagai pelanggaran atas hak pekerja di Indonesia. Jurnal Kajian Pembaharuan Hukum, 1(2), 4.
Imas Maesaroh, M. N. (2024). Tren outsourcing serta dampaknya terhadap perusahaan dan karyawan: Studi kasus pada PT. XYZ di Karawang. Ilmiah Manajemen Forkamma, 7(3), 211–220.
Inang Karlina, I. S., Nurjulianti, Adhar, & A. S. (2025). Efektivitas pengawasan ketenagakerjaan dalam menjamin hak-hak pekerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal PEDAMAS Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(4), 1279–1292.
Kusuma, R. T. (2025). Dalam sistem outsourcing pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Peraturan. IBLAM Law Review, 5(2), 153.
Millinum, S. N. (2022). Problematika fleksibilitas outsourcing alih daya pasca-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan. Critical Asian Studies, 3(5), 4–17. https://doi.org/10.1080/14672710903537464
Panjaitan, B. (2016). Outsourcing alih daya dan pengelolaan tenaga kerja pada perusahaan: Tinjauan yuridis terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jurnal, 04(01), 12–24.
Quinn, J. B. (1999). Core-competency-with-outsourcing strategies: The value chain as a series of intellectually based activities. [Publisher not specified].
Rusdiana, R. F., Rizal, M., & Natari, S. U. (2023). Analisis peran Pemerintah Republik Indonesia dalam penuntasan perselisihan. Jurnal, 2(3).
Samud Saepullah, A. (2020). Pro dan kontra pasal tentang outsourcing dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jurnal, 5(13), 135–150.
Sonata, D. L. (2014). Metode penelitian hukum normatif dan empiris: Karakteristik khas dari metode meneliti hukum. Jurnal, 8(1), 15–35.
Subijanto. (2011). Peran negara dalam hubungan tenaga kerja di Indonesia. Jurnal, 17(6), 705–718.
Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian hukum normatif-empiris. [Publisher not specified].
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suandi, S. M. (2021). Tanggung jawab pemerintah terhadap hak konstitusional tenaga kerja outsourcing. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(4), 877–888.
Suyoko, M. G. A. (2021). Tinjauan yuridis terhadap sistem alih daya (outsourcing) pada pekerja di Indonesia. Jurnal Cakrawala Hukum, 12(1), 100. https://doi.org/10.26905/idjch.v12i1.5780
License
Copyright (c) 2025 I Made Kantikha, Pardamean Harahap, Andhyka Muchtar, Ai Hendrani, Fredrika Sherill, Reysha Aurelia Shabilla, Daishahwa, Anesya Fritiana, Albert Hadi Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






