RIGHTS AND PROTECTION OF WIVES OVER JOINT PROPERTY UNDER POLYGAMY IN INDONESIA
Main Article Content
Suci Marryana
Gatut Hendro Tri Widodo
Supot Rattanapun
This research aims to analyse the legal protection of the first wife's rights in the division of joint property in polygamous marriages in Indonesia. Through a normative juridical approach, this research examines the legal provisions governing the division of joint property as well as the challenges in practice. The results show that despite clear arrangements in the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law, in practice injustice often occurs to the first wife, both from formal legal aspects and socio-psychological factors. Therefore, legal policy reform and strengthening of legal protection mechanisms are needed to ensure justice for the first wife in the division of joint property in polygamous marriages.
Al‐Krenawi, A. (2010). A study of psychological symptoms, family function, marital and life satisfactions of polygamous and monogamous women: the palestinian case. International Journal of Social Psychiatry, 58(1), 79-86. https://doi.org/10.1177/0020764010387063
Al‐Krenawi, A. and Kanat‐Maymon, Y. (2016). Psychological symptomatology, self-esteem and life satisfactions of women from polygamous and monogamous marriages in syria. International Social Work, 60(1), 196-207. https://doi.org/10.1177/0020872814562478
Bagus, K. T. A. G. I., & Subawa, G. (2021). Upaya Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Kuhp di Ditreskrimum Polda Bali. Jurnal Hukum Mahasiswa, 1(1).
Harahap, K. A. (2019). Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dan Hukum Islam Mengenai Poligami: Sebuah Kajian Perbandingan. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 89-105.
Hasibuan, H. A. (2023). Kepastian Hukum Atas Harta Masing-Masing Suami Isteri Terkait Adanya Perjanjian Kawin Yang Tidak Didaftarkan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 7(2), 677-686.
Khoiriyah, S. L. (2017). Pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid Tentang Poligami Dan Relevansinya Dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 10(1), 23-36.
Lubis, M. A., & Harahap, M. Y. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Sebagai Pemegang Hak Jaminan Dalam Perkara Debitur Wanprestasi. Jurnal Interpretasi Hukum, 4(2), 337-343.
Orlando, G. (2022). Efektivitas Hukum dan Fungsi Hukum di Indonesia. Tarbiyah bil Qalam: Jurnal Pendidikan Agama dan Sains, 6(1).
Pawitasari, A. G. (2019). Perjanjian Perkawinan Sebagai Instrumen Perlindungan Hukum Dalam Perkawinan Poligami Di Indonesia. Lex Renaissance, 4(2), 338-353.
Pua, B., Karamoy, D. N., & Setlight, M. M. (2022). Kedudukan Asas Monogami dalam Pengaturan Hukum Perkawinan di Indonesia. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(6), 2373-2403.
Rahardjo, S. (2010). Penegakan hukum progresif. Penerbit Buku Kompas.
Rahman, S., Qamar, N., & Kamran, M. (2020). Efektivitas Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Kasus Perkawinan Poligami. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 104-118.
Risnalisa, S. B., & Bahri, S. (2023). Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan Poligami Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(2), 251-263.
Safithri, H. (2020). Sita Marital (Maritale Beslag) Atas Harta Bersama Dalam Perkawinan Dalam Hal Terjadi Perceraian. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 1(2), 1-13.
Soekanto, S. (1977). Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, 7(6), 462-471.
Subekti, R. (1987). Hukum perjanjian. Intermasa.
Suganda, R. (2022). Metode pendekatan yuridis dalam memahami sistem penyelesaian sengketa ekonomi syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 2859-2866.
Sukrina, U., & Rahayu, Y. S. (2018). Harta Bersama Dalam Perkawinan Poligami Dan Fungsinya Dalam Pembangunan Hukum Nasional. University of Darussalam Gontor, 2018, 382.
Swandana, I. W., & Mariadi, N. N. (2021). Sistem perkawinan poligami di desa adat siakin kecamatan kintamani kabupaten bangli. Kertha Widya, 8(1), 97-117.